Assalamualaikum.. Selamat datang di Website Mentari Ilmu Karawang
Previous Image
Next Image

info heading

info content

Bismillahirrahmannirrahim…

Alhamdulillah SMP & SMA Islam terpadu Mentari Ilmu berhasil menyelenggarakan PLT ( Prophetic Leadership Training) 2014 dengan tema “We Must Survive! We Can Survive! Allahuakbar!”. Tahun ini, Mentari Ilmu mempunyai 13 Kelompok anggota PLT yang diantaranya 168 peserta dari kelas 7, 8 dan 9. Diawali dengan kegiatan Personality Education pada tanggal 19 September 2014. Kegiatan yang bertujuan untuk memperkenalkan tata cara bertanya, menyapa, berinteraksi dengan guru, teman, dan lingkungan sekitar secara sopan. Suasana PLT mulai terasa dengan pembagian buku 3S. Buku ini memperkenalkan adab-adab di Mentari Ilmu yang di dalamnya terdapat tugas yang harus diselesaikan oleh peserta PLT sebagai syarat untuk mengikuti PLT. Adapun tugas-tugas yang harus diselesaikan/diisi di buku 3S diantaranya adalah:

  1. Senyum dan menyapa  10 guru
  2. Sholat dhuha 4 rakaat
  3. Sholat tidak masbuk
  4. Bersikap sopan santun kepada 5 guru dan 5 teman
  5. Berbuat 5 kebaikan kepada teman
  6. Berbuat 5 kebaikan kepada guru
  7. Memungut 5 sampah

Buku 3s ini mempunyai aturan setiap harinya harus diisi penuh  dan ditandatangani oleh guru pembimbing. Namun bagi peserta yang tidak lengkap mengisi tugas di buku 3Snya maka tidak akan diperkenankan mengikuti PLT dan diwajibkan mengkuti PLT di tahun depan. Tetapi Alhamdulillah, semua peserta mengisi buku 3S ini dengan lengkap, dan disiplin. Maka semuanya pun berhak mengikuti PLT. Allahuakbar!

Setelah melewati beberapa hari dengan buku 3S, tibalah waktunya kami harus berangkat kepantai Pisangan,Cibuaya, Jum’at 26 september 2014. Dimulai dengan apel pagi, pengecekan kehadiran peserta pada pukul  5:45. Bagi siswa yang telat diberikan konsekuensi, lari 1 kali keliling lapangan sambil beristighfar. Sebelum peserta menaiki truk peserta wajib melawati open gate dengan password Bangun Kemandirian Jiwa,Genggam Masa Dengan Akhlak Mulia”. Setelah semua peserta melewati open gate, para panitia SMA pun mulai melakukan pengondisian di truk. Setelah semua siap, akhirnya truk kami pun mulai berangkat menuju lokasi PLT dengan menempuh waktu kurang lebih 3 jam.

Akhirnya kami tiba dilokasi PLT pada pukul 09:30, dan dilanjutkan dengan pengondisian peserta dan pengenalan wilayah. Setelah itu para peserta ditugaskan untuk salat Dhuha, dan berwudhu menggunakan air laut. Para siswa sudah dibekali cara-cara berwudhu dengan air laut. Setelah itu, para peserta mulai berjalan menuju tempat dimana nanti mereka akan mendirikan tenda untuk tidur malam. Sepanjang perjalanan, kami disuguhi dengan suara deburan ombak, warung-warung pinggir pantai, dan berbagai jenis kuburan (kuburan Cina & Jawa). Setelah sampai dilapangan, kami melaksanakan upacara pembukaan, dengan Akang Amrullah Ibrahim sebagai Pemimpin, Teh Dini Amelia sebagai Protokol, Teh Cindy Anggraeni sebagai Pembaca Tekad, Bu Evi Kurniawati sebagai Kepala Sekolah Mentari Ilmu & Ayahanda Bapak.Heri T sebagai (RW/RT Dusun Pisangan) yang memberikan sambutan dan Ust. Iik Irawan sebagai Pembaca Do’a.  Setelah resmi dibukanya acara PLT ini, kami diberi waktu +/-  15menit untuk mendirikan tenda. Para peserta pun mulai mendirikan tenda tanpa ada bantuan dari para panitia guru, karena mereka pun sudah dibekali cara mendirikan tenda oleh Kang Atur (pelatih Pramuka Mentari Ilmu) pada 6 hari sebelum PLT tiba, hanya panitia pembimbing dari SMA yang membantu merapikan. Setelah tenda selesai, para peserta Ikhwan bersegera menuju ke Masjid untuk melaksanakan salat Jum’at. Dan untuk akhwat, melaksanakan salat Dzuhur berjama’ah dengan menggunakan terpal dilapangan dibawah terik nya sinar matahari yang membakar kulit.

Setelah selesai melaksanakan salat, kami kembali ke tenda untuk pengecekkan barang-barang oleh Teteh dan Akang pembimbing dari SMA. Masing-masing pembimbing mencatat setiap kesalahan anggotanya, yang nanti akan di rekapitulasi oleh tim acara, untuk ditentukan siapakah Kelompok Terbaik Akhwat Ikhwan dan  Peserta Terbaik Akhwat Ikhwan. Setelah pengecekkan tugas, para peserta pun mulai melakukan “Saltfish Competition” dengan juri Ibu Namih dan Ibu Anie Intari Maryam. Acara ini berlangsung sangat meriah, karena ini juga menguji kreatifitas peserta, bagaimana mengolah makanan dalam waktu +/- 1jam dengan hanya menggunakan kompor dari kaleng Kong Ghuan. Ada saja kelucuan yang dibuat boleh para peserta. Entah itu ikan asin yang terus digoreng dengan kondisi minyak nya dingin, dan bahkan api nya pun tidak menyala. Ada juga yang masak nya itu digabung dengan semua bahan bumbu. MasyaAllah, tapi ya inilah yang dinamakan PLT. Dengan cara apapun, kita harus bisa bertahan hidup.

1 jam berlalu, saltfish competition pun berakhir. Tiba saatnya para peserta bermain dengan anak-anak . Akhwat bermain oray-orayan. Ikhwan bermain dolanan.  Setiap kelompok akan di adukan, dan di cari siapa yang menang. 1 jam untuk bermain bersama adik-adik SD pun akhirnya berakhir. Tibalah adzan ashar, para peserta, panitia, dan adik-adik SD pun salat ashar berjama’ah. Setelah salat ashar,tiba saatnya untuk memberikkan hadiah kepada adik-adik. Semoga hadiah itu bisa mengingatkan mereka kepada kami, menerima dengan hati yang senang walaupun hanya hadiah sederhana yang dapat para peserta berikan:)

Setelah pembagian hadiah, waktunya para peserta melaksanakan kegiatan baksos, untuk para warga yang terkena banjir Rob. Di temani dengan pembimbing SMA, panitia guru Sie. Baksos, dan adik-adik SD tadi. Untuk kegiatan baksos ini pun, bukan hanya sekadar baksos biasa. Ada penilaian tertentu untuk semua kelompok. Ada nilai A, B, dan C. Dan kriteria dari penilaian ini, diantaranya ada: Gesture dan 5S. Jadi, para peserta bukan hanya diajari ber-sosialisasi dengan warga sekitar, tetapi juga dilatih bagaimana memperlihatkan gesture yang baik dan menerapkan 5S. Dan yang menilai mereka adalah Sie. Baksos dari Tim SMA.

Akhirnya adzan maghrib pun tiba. Kami semua melaksanakan salat maghrib dan tilawah di masjid pinggir pantai, yang jaraknya +/- 1km. Tak lupa, salat isya sudah kami gabungkan ke dalam waktu salat maghrib (jama’ qashar). Setelah semua selesai, kami kembali ke lapangan untuk melaksanakan kegiatan “Fisherman Friend (membuat jaring ala nelayan)”. Seluruh kelompok, harus membuat sebuah jaring dalam waktu +/- 30 menit. Setelah itu, masing-masing kelompok harus mempresentasikan hasil karya kelompoknya di depan. Adapun penilaian untuk sesi ini, dilihat dari: Teamwork, Ketuntasan, Kreatifitas dalam membuat jaring, Nama, fungsi, dan kelebihan jaring tersebut. Dan juri untuk sesi ini adalah, Ms. Teti Fatmawati dan Ibu Eva Dewi Nur Kholifah. Semua kelompok sudah berhasil maju ke depan, dengan ide-ide nya yang kreatif. Ada yang jaring nya untuk menangkap ikan berukuran besar, sedang, kecil, dan masih banyak lain nya. Setelah sesi ini selesai, para peserta pun mengganti pakaian dengan menggunakan seragam olahraga. Dan langsung beristirahat untuk acara selanjutnya.

Tiba pukul 23.45, para peserta mulai dibangunkan, untuk mengikuti acara selanjutnya, yaitu Night Tracking. Mereka diwajibkan untuk membawa alat salat, slayer, dan senter. Kami pun mulai berjalan menuju masjid, untuk melaksanakan salat Qiyamullail sebelum melaksanakan night tracking. Salat qiyamullail di-pimpin oleh akang panitia SMA sebagai imam nya. Setelah semua selesai salat tahajjud, mulai lah pengondisian  peserta per-kelompok di depan masjid, untuk bersiap-siap melaksanakan night tracking. Setelah semua peserta lengkap, mata mereka mulai ditutup dengan slayer, dan mulai berjalan menuju Pos 1, dengan di antar oleh pembimbing. Pada Pos 1 ini, mata mereka dibuka & harus menyelesaikan tugas dari pos 1. Setelah itu, mereka berjalan hanya dengan kelompok nya, menyusuri jalanan mencari 3 pos sisanya. Di Pos 2 yang beralokasi didekat kuburan jawa untuk akhwat. Dan dibelakang rumah yang didepan sawah untuk ikhwan. Mereka harus menyelesaikan tugas yang diberi oleh guru. Selanjutnya di Pos 3 yang beralokasi di warung depan kuburan, untuk akhwat. Dibelakang sd untuk ikhwan. Mereka harus melewati tantangan: Introspeksi Diri. Para peserta di tuntut untuk jujur atas kesalahan yang telah mereka lakukan. Dan hal ini lebih ditekankan pada salat mereka yang bolong dan pernahkh mereka melukai hati teman mereka. Lalu, mereka harus mengambil bendera milik kelompok mereka. Setelah melalui Pos 3, semua peserta datang ke Pos 4 yang beralokasi di lapangan. Di pos 4, mereka menancapkan bendera di depan tenda mereka, yang telah di dapati dari pos 3. Setelah semuanya berkumpul, mulai lah acara puncak nya. Dimana kami (para panitia) dengan segenap cara, akan membuat mereka tersadar akan kesalahan-kesalahan mereka, dan berusaha untuk tidak mengulangi nya lagi. Ada gejolak hati yang bermain saat itu. Suasana haru, tegang, sedih, semuanya bercampur menjadi satu. Tiba-tiba adzan subuh berkumandang, dan mengharuskan acara puncak harus segera di selesaikan. Acara puncak terhenti, dan semuanya pun melaksanakan salat subuh berjama’ah di lapangan.

Tak puas dengan hasil acara puncak tadi pagi. Maka para panitia pun melakukan acara puncak sesi 2. Pada saat itu, para panitia tegas bukan main. Semuanya di ungkapkan disana. Mengapa harus sampai ditekan seperti ini? Tujuan adanya PLT ini adalah untuk mengubah sikap para peserta agar lebih jujur, bertanggung jawab, berpikir dewasa, sopan santun, dan tidak manja. Maka dari itu diadakan acara puncak sesi 2. Selesai acara puncak sesi 2, yang hasilnya insyaAllah jauh lebih baik. Para peserta diberi waktu untuk sarapan, berganti pakaian menjadi pakaian PLT 2014 yang berwarna kuning, untuk digunakan saat outbond. Outbond terbagi menjadi 4 titik, dengan panitia SMA sudah berada di setiap pos sesuai tugas nya masing-masing. Para peserta pun mulai berangkat, dengan melewati pos 1 outbond, yaitu: Merangkak. Lanjut ke pos 2, mereka harus melewati Spider Web. Di pos 3, mereka harus melewati Mysterius Grid. Pos 4, mereka harus memanjat pohon pinggir masjid untuk mengambil plastik yang akan di isi air, lalu kembali ke seberang dengan menggunakan “ban getek”. Setelah sampai di seberang, mereka harus mengisi air dari pinggir pantai. Dan semuanya berakhir di Saving Candle. Acara yang paling seru di outbond. Saving Candle ini juga mengajarkan bagaimana teamwork yang sesungguhnya. Bukan hanya para peserta, panitia SMA pun juga dilibatkan. Bahkan ketua PLT nya juga di timpukkin air lohh, hihi seru ya

Setelah semua selesai, para peserta membersihkan dirinya dengan menumpang di kamar mandi rumah milik warga setempat. Akhirnya, seluruh rangkaian acara telah berjalan sesuai dengan apa yang telah direncakan. Acara PLT ditutup dengan upacara penutupan dengan Akang M. Luthfian Agung S sebagai pemimpin upacara, Akang M Rivaldi K sebagai protokol dan Ust.Iik Irawansebagai pembaca do’a. Sebelum pulang, melengkapi rangkaian acara baksos, kami memberikan 10 Al-Qur’an untuk masjid, dan ATK + 10 Cat untuk SD . Semua selesai, dan kami pun mulai berjalan  +/- 2km untuk mencapai truk. Kami semua pun menaikki truk, dan kembali ke SMPIT Mentari Ilmu dengan kondisi yang cukup lelah, namun semua nya bermakna^^

Itulah kilas cerita tentang PLT tahun 2014 (PLT ke-5) kami:) Terimakasih atas partisipasi dan kebaikkan warga Pantai Pisangan yang telah menerima kehadiran kami. Para panitia guru dan SMA yang luarrr biasaa kalian bekerja, 24 jam tidak tidur untuk ke-suksesan PLT ini! Kalian semua LUAR BIASAA! Semoga Allah melihat dan membalas perjuangan kalian, Aamiin:) dan selamat untuk kelompok. 9 akhwat dan kelompok. 2 ikhwan yang berhasil menjadi kelompok terbaik PLT 2014. Terus pertahankan apa yang tlah kalian capai! Dan buat kelompok lain, kalian tetap terbaik, namun pasti ada 1 terbaik yang harus dipilih. Dan terpilih lah kelompok. 9 dan 2. Tetap semangatt semuaaa!

Untuk kritik & saran, bisa langsung comment di sini. Di tunggu ide saran terbaik nya!

3 Responses to Cerita PLT

  • Miqum.bu.pak Άϑä lagi kelucuannya bu/pak teman saya membakar ikan langsung ϑΐ arangnya.sehabis gosong langsung saya suruh makan.
    Eh beneran dimakan W̶̲̥̅̊α̇̇̇̊k̶̲̥̅̊α̇̇̇̊k̶̲̥̅̊α̇̇̇̊k̶̲̥̅̊α̇̇̇̊k̶̲̥̅̊α̇̇̇̊k̶̲̥̅̊°W̶̲̥̅̊α̇̇̇̊k̶̲̥̅̊α̇̇̇̊k̶̲̥̅̊α̇̇̇̊k̶̲̥̅̊α̇̇̇̊k̶̲̥̅̊α̇̇̇̊k̶̲̥̅ W̶̲̥̅̊α̇̇̇̊k̶̲̥̅̊α̇̇̇̊k̶̲̥̅̊α̇̇̇̊k̶̲̥̅̊α̇̇̇̊k̶̲̥̅̊α̇̇̇̊k̶̲̥̅̊°W̶̲̥̅̊α̇̇̇̊k̶̲̥̅̊α̇̇̇̊k̶̲̥̅̊α̇̇̇̊k̶̲̥̅̊α̇̇̇̊k̶̲̥̅̊α̇̇̇̊k̶̲̥̅

  • IKUTAN, TAPI NGGAK YANG DI ARANG NYA

Leave a Reply

Or

Your email address will not be published. Required fields are marked *